Unknown
MAKALAH PENDIDIKAN OLAHRAGA REKREASI
“ Permainan Ice Cream Ball dan Bola Tangan Seribu”




Sebagai pemenuh tugas ujian tengah semester mata kuliah Pendidikan Olahraga Rekreasi (OREK)

Oleh
Riska Chairunisa
1815130338

Kelas B 2013

Dosen : Dra. Rosinar, M.Pd

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016



BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang


Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan Olahraga Rekresi yang diajarkan di sekolah memiliki peranan penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga, kesehatan dan kesenangan yang dilakukan sebagai bagian proses pemulihan kesehatan dan kebugaran
Kebutuhan akan modifikasi olahraga sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajar pendidikan Olahraga Rekreasi  mutlak perlu dilakukan. Guru dalam hal ini memiliki kemampuan untuk melakukan modifikasi keterampilan yang hendak diajarkan agar sesuai dengan tingkat perkembangan anak. (Samsudin, 2008: 12).
Berdasarkan hal diatas maka guru perlu mengetahui karakteristik anak, dunia anak adalah dunia bermain. Siswa Sekolah Dasar yang masih tergolong anak-anak bentuk aktifitasnya cenderung berupa permainan, seperti pada saat jam istirahat mereka sangat antusias untuk melakukan bermacam-macam bentuk permainan, tanpa disadari mereka bermain dengan melakukan gerakan-gerakan dasar dalam cabang olahraga.
Permainan dan olahraga (affective learning) menjadi salah satu modifikasi olahraga yang dapat dikembangkan oleh guru untuk menjawab kebutuhan siswa dalam melakukan aktivitas olahraga rekreasi. Dalam makalah ini, penulis menjabarkan permainan yang  dimodifikasi yang dituangkan dalam judul “Permainan Ice Cream Ball dan Bola Tangan Seribu"
Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
a.  Apa yang dimaksud dengan permainan ice cream ball dan bola tangan seribu?
b.   Apa tujuan dari permainan ice cream ball dan bola tangan seribu?
c.   Apa saja alat dan bahan dalam  permainan ice cream ball dan bola tangan seribu?
d.  Bagaimana peraturan dan  cara bermain permainan ice cream ball dan bola tangan seribu?
e.  Bagaimana bentuk area bermain permainan ice cream ball dan bola tangan seribu?
f.    Bagaimana cara penilaian permainan ice cream ball dan bola tangan seribu?

                Tujuan
       Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut;
a.  Mengetahui maksud dari permainan ice cream ball dan bola tangan seribu
b.   Memahami tujuan dari permainan ice cream ball dan bola tangan seribu
c.   Mengetahui  alat dan bahan dalam  permainan ice cream ball dan bola tangan seribu
d.  memahami peraturan dan cara bermain permainan ice cream ball dan bola tangan seribu
e.  Mengetahui bentuk area bermain permainan ice cream ball dan bola tangan seribu
f.    Memahami  cara penilaian permainan ice cream ball dan bola tangan seribu

                   Manfaat
1)       Bagi Siswa
Siswa dapat memperoleh pengetahuan tentang olahraga rekreasi yang nantinya dapat mereka mainnya untuk mengisi waktu luang dan bersukaria dengan teman-teman.
2)       Bagi Guru
Makalah ini diharapkan dapat dijadikan informasi dan masukan bagi guru khususnya guru sekolah dasar bahwa permainan rekreasi dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menghilangkan kejenuhan siswa setelah belajar.
3)       Bagi Sekolah
Olahraga rekreasi diharapkan dapat diberikan di sekolah dan lebih dikembangkan serta divariasikan, khususnya untuk siswa sekolah dasar agar jasmani dan mentalnya dapat berkembang dengan baik.
4)       Bagi Pembaca
Pembaca dapat memperoleh pengetahuan tentang olahraga rekreasi khususnya tentang permainan ice cream ball dan bola tangan seribu yang penulis susun.
5)       Bagi Penulis
Penulis memperoleh pengetahuan mengenai olahraga rekreasi dari penyusunan makalah ini. Pengetahuan ini merupakan bekal bagi penulis sebagai calon guru sekolah dasar.


BAB II
PEMBAHASAN

1.    Pengertian Permainan Ice Cream Ball dan Bola Tangan Seribu
Permainan ice cream ball dan bola tangan seribu merupakan olahraga rekreasi yang penulis rancang dengan konsep permainan yang sama namun berbeda cara. Pada dasarnya olahraga ini terinsipirasi dari konsep estafet, namun untuk peraturan cara bermain dan jumlah pemain dimodifikasi agar menarik dan menyenangkan. Seperti yang telah diketahui bersama konsep estafet merupakan aktivitas olahraga yang tidak asing lagi dimana konsepnya dilaksanakan secara bergantian atau berantai oleh pemain.
Dalam permainan ini terdapat satu, dua regu atau lebih tergantung banyaknya siswa dikelas. Tiap regu terdiri dari 5-7 pemain. Inti dari kedua permainan ini adalah memindahkan bola dari satu pemain ke pemain setelah nya sambil berpindah cepat dengan berbaris kembali di ujung depan barisan setelah memindahkan bola, terus dilakukan sampai menuju garis finish. Regu yang sampai membawa bola duluan maka dinyatakan menang.
Perbedaan dari kedua permainan ini terletak pada teknik dan alat yang digunakan. Berikut penjelasannya;

a)    Permainan Ice Cream Ball
Dikatakan ice cream ball karena memerlukan alat berupa cone atau yang biasa disebut football training cone seperti kerucut pembatas jalan yang biasanya berwarna orange. Diatas lubang cone ini kita letakkan bola futsal yang akan terlihat seperti ice cream. Maka dinamakan ice cream ball. Dan tekniknya dengan siswa dibentuk memanjang berbanjar dan  masing-masing siswa memegang cone tersebut kemudian memindahkan bola dengan menuangkan bola tersebuthanya  dengan menggunakan cone dan tidak boleh mengambil dengan tangan. Pemain yang sudah memindahkan bola berlari berbaris menuju barisan paling ujung regunya dan menunggu giliran menerima dan memindahkan bola kembali sampai garis finish yang ditentukan.
b)    Permainan bola tangan seribu
Pada dasarnya tekniknya sama seperti permainan sebelumnya. Namun perbedaannya, siswa membentuk barisan memanjang saling tidak berhadapan dan memindahkan bola ke teman yang ada didepannya melalui atas kepala, pemain kedua menerima bola dari atas kepala dan mimindahkan bola melalui kolong bawa kaki, pemain ketiga menerima bola dari bawah kakinya dan memberikan dari atas kepala. Pemain yang sudah memindahkan dan bola berpindah tempat menuju barisan paling ujung. Begitu seterusnya sampai garis finish yang ditentukan.
2.     Tujuan Permainan Ice Cream Ball dan Bola Tangan Seribu
a) Tujuan Umum
Sesuai dengan pengertiannya bahwa olahraga rekreasi adalah kegiatan fisik yang dilakukan pada waktu senggang berdasarkan keinginan atau kehendak yang timbul karena memberikan kepuasan dan kesenangan, Haryono (1978:10), maka sama halnya dengan kedua permainan ini  yang tujuan umumnya untuk memberikan kegiatan fisik yang menyenangkan dan untuk memupuk rasa kebersamaan.
b) Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dalm kedua permainan ini adalah sebagai berikut;
·                 Menumbuhkan kerjasama dalam suatu regu.
·                 Untuk dapat bersenang senang.
·                 Melatih ketangkasan
·                 Melatih  kecepatan
·                 Melatih disiplin dan tekun


3.    Alat dan Bahan dalam  Permainan Ice Cream Ball dan Bola Tangan Seribu

a) Alat dan Bahan dalam Permainan Ice Cream Ball
   1. Bola futsal/bola plastik
   2. football training cone/ kerucut plastik
   3. Peluit
   4. kapur (jika ada)
           b) Bola tangan seribu
               1. Bola futsal/bola plastik
               2. Peluit
               3. kapur (jika ada)

4.    Peraturan dan Cara Bermain Permainan Ice Cream Ball dan Bola Tangan Seribu
1)    Peraturan Permainan
a.     Peraturan Permainan Ice Cream Ball
·         Pemain dalam satu regu terdiri dari 5-7 orang.
·         Waktu permainan tidak ditentukan
·        Masing-masing regu harus bebaris membanjar sesuai jumlah kelompok
·         Jarak regu satu dengan regu lainnya 1-2 meter
·         Jarak barisan antar pemain dalam satu regu kurang lebih 30 cm
·         Lintasan berjarak kurang lebih 5-10 meter.
·         Permainan dimulai ketika terdengar bunyi peluitan
·         Masing-masing pemain memegang cone
·         Bola dimulai dari pemain pertama pada garis start
 ·      Apabila ada pemain yang gagal memindahkan bola dan bola terjatuh  maka pemain tersebut tidak boleh berpindah tempat untuk mengisi      barisan paling ujung dan bola boleh diambil kembali untuk dimainkan.
·         Regu yang bolanya sampai dahulu di garis finish dinyatakan menang

b.     Peraturan permainan bola tangan seribu
·       Pemain dalam satu regu terdiri dari 5-7 orang.
·       Waktu permainan tidak ditentukan
·   Masing-masing kelompok harus bebaris satu barisan memanjang      sehadap sesuai jumlah kelompok
 ·       Jarak regu satu dengan regu lainnya 1-2 meter
 ·       Jarak lintasan kurang lebih 5-10 meter
 ·        Permainan dimulai ketika terdengar bunyi peluitan
 ·        Bola dimulai dari pemain pertama pada garis start
 ·      Pemain pertama memberikan bola melalui atas kepala, pemain kedua  memberikan bola melalui bawah kolong kaki dan selang-seling seperti  itu seterusnya.
·      Apabila ada pemain yang memindahkan bola tidak sesuai aturan maka  bola dikembalikan ke pemain sebelumnya.
·      Regu yang bolanya sampai dahulu di garis finish dinyatakan menang
2)    Cara Bermain
a.     Cara Bermain Ice Cream Ball
1.  Semua pemain berbaris membanjar dan  memegang cone/kerucut plastik
2.    Pertama, dimulai dengan bola berada diatas cone pemain pertama
3. Pemain pertama memindahkan bola tersebut dengan menuangkan bola ke cone teman seregu yang berbaris disebelahnya
4.    Pemain pertama berlari menuju keujung barisan dan menunggu giliran menerima dan memindahkan bola setelah sampai diujung barisan
5.    Pemain kedua melakukan hal yang sama dengan memindahkan bola dan berlari kemudian berbaris kembali diujung barisan.
6. Pemain ketiga,keempat dan seterusnya juga melakukan hal yang sama
7.  Begitu selanjutnya sampai regu dapat memindahkan bola dengan cone hingga garis finish yang ditentukan.

b.     Cara Bermain Bola Tangan Seribu
1.    Semua pemain berbaris memanjang sehadap
2.    Pertama, dimulai dengan bola dipegang leh pemain pertama
3.  Pemain pertama memberikan bola tersebut kepada pemain kedua melalui atas kepala


4.    Pemain pertama berlari menuju keujung barisan dan menunggu giliran menerima dan memberikan bola setelah sampai diujung barisan


5.    Pemain kedua memberika bola kepada pemain ketiga melalui bawah kolong kaki dan berlari kemudian berbaris kembali diujung barisan.
6.  Pemain ketiga,keempat dan seterusnya juga melakukan hal yang sama dengan memberikan bola secara selang seling melalui atas kepala dan bawah kolonng kaki
7.  Begitu selanjutnya sampai regu dapat memindahkan bola dengan cone hingga garis finish yang ditentukan.

6.     Cara Penilaian Permainan Ice Cream Ball dan Bola Tangan Seribu
Cara penilaian permainan keduanya dilihat dari tujuan yang ingin dicapai yang telah dijabarkan sebelumnya, yaitu;
·                 Menumbuhkan kerjasama dalam suatu regu.
·                 Untuk dapat bersenang senang.
·                 Melatih ketangkasan
·                 Melatih kecepatan daya pikir/ konsentrasi
·                 Melatih  kecepatan

Melatih disiplin dan tekun
Unknown

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Skripsi Mahasiswa PGSD FIP UNJ


Pendahuluan
Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru & Dosen ayat 14 menyatakan bahwa,  yang dimaksud dengan  Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) adalah perguruan tinggi yang memenuhi syarat dan diberi tugas oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan program pengadaan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, serta untuk menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu kependidikan dan nonkependidikan.
Pendidikan Guru sekolah Dasar adalah sebuah lembaga tinggi yang diberi kewenangan oleh pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan bagi calon Guru Sekolah Dasar. PGSD berdiri tahun 1989 yang merupakan peleburan dari SPG dan SGO yaitu pendidikan guru tingkat menengah. Pada awalnya PGSD hanya membuka program studi setingkat DII. Sejak tahun 2003 PGSD membuka program S1 dan berubah menjadi jurusan tersendiri di fakultas ilmu pendidikan.
Dengan perubahan menjadi program S1 maka mahasiswa dalam menyelesaikan studinya diwajibkan menyusun karya ilmiah sebagai tugas akhir yang berupa skripsi atau makalah ilmiah. Skripsi merupakan Karya ilmiah yang berupa penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa pada akhir proses pembelajaran sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar kesarjanaan. Tujuan skripsi yaitu melatih mahasiswa melakukan penelitian secara benar dibidang ilmu yang ditekuni dengan dibimbing oleh dosen pembimbing. Penulisan skripsi merupakan kewajiban bagi setiap mahasiswa, dapat dimulai dari semester 7 (tujuh) apabila sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Skripsi bagi mahasiswa menjadi momok yang menghambat kecepatan kelulusan dari PGSD. Rendahnya pengetahuan mahasiswa terhadap karya ilmiah, minimnya pengalaman baik dosen metodologi dan pembimbing,  kesulitan mencari literature, tidak terbiasa menulis dalam bahasa tulis ilmiah, kurangnya konsultasi dengan dosen pembimbing sampai dosen pembimbing yang sulit ditemui.
Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas skripsi mahasiswa PGSD FIP UNJ . Skripsi yang dihasilkan oleh mahasiswa cenderung homogen dan kurang bervariatif. Ada anggapan bahwa kualitas skripsi mahasiswa PGSD kurang beragam dan sangat rendah kualitas ilmiahnya. Variabel yang diteliti cenderung seragam kurang bervariatif.
Berdasarkan masalah yang diuraikan, maka penulis akan mengungkapkan ide-ide atau solusi yang akan dituangkan melalui proses penelitian kecil analisis deskriptif melalui wawancara dengan mahasiswa PGSD FIP UNJ di tingkat akhir. Ide-ide atau solusi penulis dituangkan dalam judul “Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Skripsi Mahasiswa PGSD FIP UNJ”.


 Pembahasan
             Kualitas Skripsi
Skripsi adalah sebuah karya ilmiah yang dibuat sebagai tugas akhir yang dipersyaratan untuk menjadi seorang sarjana. Skripsi harus mengacu kaidah-kaidah ilmiah yaitu objektif, bersistem, bisa digeneralisasi dan mempunyai manfaat.
 Objektif artinya kebenaranya harus didukung oleh fakta yang dibuktikan. Bersistem artinya dalam penyusunan mempunyai sitematika mulai dari merumuskan sebuah masalah, mengkaji teori, mengembangan sebuah instrumen untuk mengambil data, mengumpulkan data, menganalisis, verifikasi dan merarik kesimpulan. Dan  dapat digeneraliasi artinya kebenaranya berlaku secara umum dengan situasi dan kondisi yang sama. Bermanfaat artinya sebuah karya ilmiah harus mempunyai sumbangsih terhadap pengembangan ilmu dan dapat bermanfaat dalam kehidupan.
Karya ilmiah timbul sebagai jawaban dari sebuah permasalahan yang perlu adanya pemecahan. Ilmiah adalah langkah mencari sebuah jawaban dari permasalahan dengan langkah-langkah ilmiah. Langkah ilmiah merupakan proses mencari jawaban berdasarkan kebenaran yang didukung data empiris.
Dengan latar belakang timbulnya sebuah permasalahan merumuskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sebagai didentifikasi masalah. Keakurasian pemecahan masalah perlu pembatasan dalam pemecahannya. Masalah-masalah yang timbul dirumuskan dalam rumusan sebagai pertanyaan penelitian yang harus dicari jawabannya.
Masalah yang timbul dirumuskan dalam kerangka berpikir yang kemudian menjadi dugaan jawaban bagi penelitan sebagai acuan dalam merumuskan sebuah kebenaran sementara berupa hipotesis penelitian. Pengujian hipotesis perlu langkah metodologis yang sistematis supaya mendapatkan hasil yang akurat dalam penelitian skripsi.
Skripsi sebagai produk ilmiah mengacu pada kaidah penulisan ilmiah. Kualitas sebuah skripsi sangat ditentukan oleh sistematika penulisannya, kajian pustaka yang relevan dengan dukungan pendapat ilmiah dari tulisannya ( I Gusti Ngurah Agung, 2007)
Sistematika penulisan sebuah skripsi harus mengacu pada kaidah dan aturan yang telah ditetapkan secara akademik dan kelembagaan. Sebuah skripsi meliputi:
 a. Pendahuluan
b. Kajian teoritik
c. Metodologi penelitian
d. Laporan hasil penelitian
e. Kesimpulan, implikasi dan saran
Dilengkapi lampiran sebagai perangkat pendukung dalam penelitian Format penulisan harus mengacu kepada pedoman yang dikeluarkan oleh lembaga yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dan kaidah penulisan sebuah karya ilmiah.
      Mahasiswa PGSD
Program Studi S1-PGSD mulai melaksanakan kegiatan akademik berdasarkan Surat Keputusan Dikti No 490/D/T/2002. Program reguler dan non reguler merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk calon guru Sekolah Dasar. Program ini bertujuan untuk menghasilkan calon guru Sekolah Dasar yang profesional. Mahasiswa yang mengikuti program reguler adalah para lulusan SMU atau SMK sederajat yang dididik untuk menjadi calon guru Sekolah Dasar . Kelas reguler terdiri dari dari beberapa jenis kelas berbeda sesuai dengan latar belakang penjaringan. Mahasiswa reguler murni yang dijaring dengan proses penerimaan SNMPTN dan SBMPTN. Kelas reguler berasrama yang bersasal dari Papua dan kalimantan yang merupakan program Hibah PHK-A. Kelas ruguler merupakan kerjasama dengan pemda setempat. Sedang mahasiswa non reguler  adalah para lulusan SMU atau SMK sederajat yang melalui jalur Penmaba atau bisa disebut jalur mandiri UNJ.
      Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Skripsi
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar dibedakan menjadi dua golongan, sebagai berikut  (Purwanto, 1990) :
a.    Pertama, faktor yang ada pada diri seseorang itu sendiri, yang disebut faktor individual atau faktor internal.
b.    Kedua, faktor dari luar individu yaitu faktor eksternal.
Berdasarkan pendapat ahli tersebut, maka analisis faktor yang mempengaruhi kualitas skripsi mahasiswa diklasifikasi berdasarkan faktor internal yaitu faktor didalam diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan faktor eksternal yaitu faktor yang mempengaruhi dari luar diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
a.    Faktor Internal
1)  Rendahnya pengetahuan mahasiswa terhadap karya ilmiah
Pengetahuan terhadap karya ilmiah merupakan masalah yang dihadapi beberapa mahasiswa ditingkat akhir. Kurangnya kesadaran akan perlunya membaca dan mencari tahu tentang karya ilmiah seperti perkembangan jurnal pendidikan nasional maupun internasional,  merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas judul skripsi yang diambil mahasiswa.
2)  Tidak terbiasa menulis dalam bahasa tulis ilmiah
Menulis merupakan keterampilan yang harus dilatih. Dengan berlatih mahasiswa mampu terbiasa dan terampil dalam menulis. keterampilan menulis karya ilmiah meliputi Pengembangan kemampuan penalaran verbal, pemahaman pemilihan kata, dan kemampuan pengguanaan peranti kohesi dalam upaya meningkatkan keterempilan menulis karya ilmiah tersebut dilakukan secara terpadu melalui pengajaran menulis. (aloy)
Menurut beberapa mahasiswa, kurangnya keterampilan menulis dalam bahasa tulis ilmiah juga mempengaruhi kualitas skripsi yang sedang disusunnya.
3)  Kemalasan mahasiswa dan tidak punya semangat dalam menyusun skripsi
Malas merupakan musuh terbesar dalam mengerjakan tugas akhir bagi mahasiswa. Kebiasaan menunda dan banyaknya alasan yang membuat mahasiswa menjadi malas dan tidak mempunyai semangat dalam menyusun skripsi. Hal tersebut tentu menentukan kualitas skripsi yang dihasilkan mahasiswa. Mahasiswa cenderung tidak optimal dalam menjalani beberapa prosedur penelitian seperti pada langkah mencari literatur dan mengaalisis data penelitian.

4)  Adanya kesulitan mahasiswa dalam mengelola waktu untuk mengerjakan skripsi
Pengelolaan waktu yang kurang efektif membuat mahasiswa menjadi lalai dalam tugasnya. Target yang direncanakan dalam penelitian  tidak tercapai dengan maksimal. Beberapa mahasiswa mengaku kurang adanya persiapan pada saat beberapa semster sebelumnya. Padahal persiapan pada saat mata kuliah metodologi penelitian atau mata kuliah PTK dapat memudahkan mahasiswa dalam  mengerjakan skripsi disemster akhir. 
Banyak yang akhirnya harus mengundur waktu kelulusan yang harusnya bisa dipercepat karena faktor ini. Tentunya hal ini dapa mempengaruhi kualitas skripsi yang dihasilkan. Skripsi yang tidak tepat waktu akan mempersulit mahasiswa dalam berkonsentrasi mengikuti langkah demi langkah penelitian 
5)  Keterbatasan dana untuk penelitian
Beberapa mahasiswa mengaku bahwa keterbatasan dana penelitian dapat mempengaruhi  kualitas skripsi yang dihasilkan. Beberapa mengaku ingin memilih penelitian Research and Development  dengan menghasilkan produk seperti ensiklopedia atau bahan ajar, namun terkendala biaya.

b.    Faktor Eksternal
1.       Sulitnya mencari literatur dan Kurangnya referensi buku pendukung yang tersedia di perpustakaan
Pada bab II penelitian mengharuskan mahasiswa mencari literatur yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti. Variabel-variabel yang tidak familiar dan merupakan bentuk inovatif cenderung terkendala dalam mencari teori-teori dalam buku atau jurnal pendidikan. Hal ini dapat menjadi faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas skrispsi yang dihasilkan. Beberapa contoh yang dikemukakan mahasiswa adalah pengambilan beberapa judul dengan inovasi dalam media pembelajaran. Beberapa media sulit dikemukakan teorinya. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa mengganti judulnya atau memilih jenis penelitian lain.
Selain itu, kurangnya referensi buku pendukung yang tersedia di perpustakaan juga merupakan faktor penentu kualitas skripsi yang dihasilkan mahasiswa. Beberapa mahasiswa beranggapan, apabila referensi buku tentang pendekatan, metode, desain penelitian atau beberapa buku yang menunjang semua jenis penelitian tersedia di perpustakaan kampus, maka dapat lebih efisien dalam pengelolaan waktu penyusunan skripsi mahasiswa.

2.       Hasil-hasil penelitian yang relevan dengan skripsi
Beberapa mahasiswa yang mengadakan pembharuan judul atau memilih judul yang tidak familiar. Maka kendalanya adalah sulitnya mencari penelitian yang relevan dengan permasalahan yang diangkat dalam judul mereka. Alhasil beberapa mahasiswa berganti judul dan tentu hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas skripsi mahasiswa.

3.       Mata kuliah Metodologi Penelitian yang kurang optimal
Mata kuliah metodologi penelitian merupakan mata kuliah yang melandasi penulisan skripsi. Mata kuliah ini bermuatan 4 sks. Faktor ini menjadi beberapa keluhan mahasiswa yang menyatakan dosen metodologi penelitian disemester sebelumnya kurang memberikan gambaran secara jelas dan kurang penerapannya dalam membuat proposal untuk beberapa  jenis penelitian. Spserti penelitian kualitatif, kuantitatif dan RnD. Sehingga, mahasiswa kurang memahami dan mendalami metodologi beberapa jenis penelitian tersebut. Hal ini menyebabkan kebingungan mahasiswa dalam menulis skripsi, yang dimulai dari proposal penelitian.

4.       Proses bimbingan yang kurang optimal
Proses bimbingan yang kurang optimal disebabkan beberapa hal seperti, kesulitan mahasiswa untuk bertemu dengan dosen pembimbing dikarenakan sibuk. Beberapa dosen pembimbing memiliki jadwal yang padat dalam mengajar baik dikampus E PGSD maupun dikampus A yang merupakan kampus pusat UNJ. Hal ini membuat beberapa mahasiswa kesulitan bertemu dan mengkonsultasikan proposal ataupun hasil penelitian yang telah disusunnya. Hal ini mempengaruhi kualitas skripsi yang dihasilkan karena dosen pembimbing dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan mengkoreksi kesalahan penulisan ataupun sistematika penelitian. Karena beberapa mahasiswa mengaku, dosen pembimbing yang berkompeten, dapat memberikan saran, koreksi, dan solusi terbaik dalam Kesulitan yang dihadapi mahasiswa.

     Solusi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Skripsi Mahasiswa

a.    Faktor Internal
Beberapa ide-ide atau solusi yang penulis ajukan dalam mengatasi beberapa faktor internal yang mempegaruhi kualitas skripsi mahasiswa, sebagai berikut;
1)  Pembiasaan diri untuk membuka jurnal-jurnal nasional dan internasional tentang pendidikan dibeberapa situs web. Seperti ebsco dsb.
2)     Bersungguh-sungguh dalam mata kuliah rumpun bahasa, terutama mata kuliah Bahasa Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah (BASKOMI) sebagai bekal keterampilan menulis ilmiah mahasiswa.
3)     Membiasakan diri melatih keterampilan menulis dengan bahasa baku bahasa indonesia dan dengan mengikuti langkah-langkah ilmiah
4)   Mendalami rumpun peminatan yang diambil pada saat semester 5 sebagai mata pelajaran yang akan diangkat dalam judul skripsi.
5)   Mencari teman/ partener yang memiliki minat yang sama dan motivasi yang tinggi dalam mengerjakan skripsi
6)    Membuat grand chart sebagai penjadwalan waktu agar sesuai dengan target penelitian.
7)      Memilih judul skripsi sesuai dengan minat dan kemampuan diri sendiri.
8)   Membiasakan diri memiliki sikap ilmiah dan inisiatif yang tinggi ketika judul skripsi diharuskan berubah pada saat sidang usulan proposal.

b.    Faktor Eksternal
               Beberapa ide-ide atau solusi yang penulis ajukan dalam mengatasi beberapa faktor eksternal yang mempegaruhi kualitas skripsi mahasiswa, sebagai berikut;
1) Dilakukan bimbingan rutin bersama-sama oleh dosen kepada semua mahasiswa yang menjadi bimbingannya.
2)    Dilakukan workshop atau pelatihan terhadap mahasiswa S1 di awal semester 6 tentang alur pengerjaan skripsi.
3) Proposal penelitian dalam mata kuliah Metodologi Penelitian sebaiknya memungkinkan diakomodasi menjadi judul skripsi.
4) Perbaikan kurikulum  mata kuliah metodologi penelitian dan peningkatan kompetensi dosen yang mengajar mata kuliah tersebut.
5)   Pihak kampus sebaiknya  melengkapi buku-buku referensi penunjang skripsi di perpustakaan seperti buku tentang metode, pendekatan, strategi pembelajaran dan beberapa desain penelitian.
6)  Pemilihan dosen pembimbing yang berkompeten dalam judul yang diangkat mahasiswa.
7)  Rekomendasi dari dosen pembimbing tentang literatur, jurnal dan berbagai buku-buku yang memuat teori penunjang penelitian

Penutup
  Kesimpulan
  1. ·Skripsi merupakan Karya ilmiah yang berupa penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa pada akhir proses pembelajaran sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar kesarjanaan. Tujuan skripsi yaitu melatih mahasiswa melakukan penelitian secara benar dibidang ilmu yang ditekuni dengan dibimbing oleh dosen pembimbing
  2. Skripsi sebagai produk ilmiah mengacu pada kaidah penulisan ilmiah. Kualitas sebuah skripsi sangat ditentukan oleh sistematika penulisannya, kajian pustaka yang relevan dengan dukungan pendapat ilmiah dari tulisannya
  3. Faktor yang mempengaruhi kualitas skripsi mahasiswa diklasifikasi berdasarkan faktor internal yaitu faktor didalam diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan faktor eksternal yaitu faktor yang mempengaruhi dari luar diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
  4.  Faktor Internal meliputi; Rendahnya pengetahuan mahasiswa terhadap karya ilmiah; tidak terbiasa menulis dalam bahasa tulis ilmiah; kemalasan mahasiswa dan tidak punya semangat dalam menyusun skripsi; adanya kesulitan mahasiswa dalam mengelola waktu untuk mengerjakan skripsi dan keterbatasan dana untuk penelitian.
  5. Faktor eksternal meliputi; Sulitnya mencari literatur dan kurangnya referensi buku pendukung yang tersedia di perpustakaan; hasil-hasil penelitian yang relevan dengan skripsi; mata kuliah Metodologi Penelitian yang kurang optimal dan proses bimbingan yang kurang optimal
  6. Beberapa faktor tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas skripsi mahasiswa PGSD FIP UNJ
  7. Dari beberapa faktor ajukan beberapa solusi oleh penulis

     Saran

     Mahasiswa sebaiknya meningkatkan kualitas skripsinya dengan menghindari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya kualitas skripsi mahasiswa.